Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Mei 2011

aku ingin seperti Tetsuko Kuroyanagi

Tetsuko Kuroyanagi adalah aktris Jepang penulis buku ”Totto Chan, Gadis Cilik di Jendela”, Tetsuko meraih penghargaan dari UNICEF atas pengabdiannya kepada anak-anak di dunia selama 25 tahun. waooww kak Tetsuko benar-benar tokoh wanita panutanku. Sayang sekali aku belum sempat membaca buku pertamanya. Padahal dulu waktu jaman SD udah pernah baca resensinya di majalah BOBO.

Buku kak Tetsuko yang kedua adalah "Totto-chan's Children - A Goodwill Journey to the Children of the World" buku ini mengisahkan tentang perjalanan kemanusiaan di berbagai belahan dunia. Buku ini membahas tentang kehidupan anak-anak di negara-negara tertinggal dan negara yang terkena dampak perang. Buku yang sangat menyentuh. Dalam buku ini diceritakan bahwa meskipun anak-anak tertindas, menderita, sakit-sakitan, dan mati sia-sia, namun mereka selalu menolak untuk menyerah. Tak ada satupun anak yang mencoba bunuh diri meskipun hidupnya saaaangaatt tidak manusiawi. Tak banyak anak-anak yang memakai sepatu, walau panas walau banjir. Baju mereka hanya satu. Tapi mereka selalu hidup dengan ketulusan hati dan tanpa mengeluh. Buku ini memberi banyak nilai kehidupan, khususnya kemanusiaan. Sampe nangis-nangis nih bacanya :')



Penulis : Tetsuko Kuroyanagi
Harga : Rp 50.000*
Ukuran : 13.5 x 20 cm
Tebal : 328 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


ini dia kak Tetsuko, cantik bukan? :)


Senin, 29 November 2010

buku penuh makna dari manusia-manusia sabar



Pasti banyak yang udah pernah baca dua buku di atas.
Surat Kecil untuk Tuhan karya Agnes Davonar, dan
Tumbuh di Tengah Badai karya Herniwatty Moechiam .
Isi bukunya sangat layak dijadikan inspirasi. Kedua buku ini memiliki kesamaan, yaitu keikhlasan dan kesabaran tokoh-tokohnya dalam menghadapi cobaan-cobaan dalam hidup.
Tumbuh di Tengah Badai menceritakan tentang ketegaran seorang Ibu yang memiliki anak yang terlahir dengan keterbatasan. Natrio Catra Yososha, sang anak didiagnosis autis, sebuah gangguan perkembangan yang masih asing pada masa itu.
Sedangkan Surat Kecil untuk Tuhan mengulas kehidupan Gita Sesa Wanda Cantika (Keke) semasa hidupnya dengan penyakit kanker jaringan lunak pertama kali di Indonesia. Surat Kecil untuk Tuhan merupakan salah satu buku favorit saya, ada satu tokoh lagi di sini yang membuat saya terkagum dan menangis, yaitu sang ayah yang dengan ikhlas merawat dan menjaga Keke sampai akhir hidupnya.
Dua buku di atas merupakan kisah nyata. Kisah malaikat yang selalu menemani anaknya. Tidak pernah berhenti berdoa. Malaikat yang dengan ikhlas menjalani kehidupan, memberi semangat, dan tidak ingin mengeluh.

Buku yg penuh makna deh pokoknya :')


Minggu, 27 Juni 2010

3 Idiots : Aal izz Well


Pemain : Aamir Khan, R. Madhavan, Sharman Joshi, Kareena Kapoor, Boman Irani, Omi Vaidya
Sutradara : Rajkumar Hirani
Penulis : Abhijat Joshi
Produser : Vidhu Vinod Chopra
Produksi : B.K Films Industries

Idiot! Wushh………kasar men….

Haha. 3 idiots. Satu2nya film India aca aca favorit saya aaa……

Awalnya gak sengaja nemu film ini di laptopnya mbak Hani. Pas liat judulnya, hemb… kayak pernah denger. Hoalaa…. Dulu emang sempet pengen nonton ni film di bioskop. Tapi ga keturutan. Yawdalah aku klik aja tuh film.

Film ini bercerita tentang 3 sahabat yang berteman sejak kuliah, Ranchoddas Chancadd (Aamir Khan), Farhan (R. Madhavan) dan Raju (Sharman Joshi). Diceritakan pada awalnya, Farhan dan Raju mencari kembali Rancho, yang sudah lama menghilang, karena diajak oleh Chatur (Omi), musuh Rancho sejak kuliah. Film ini ceritanya flash back. Selama perjalanan Farhan mengingat masa kuliah mereka bersama Rancho. Susah, sedih, bahagia, gembira telah mereka alami bersama, dan begitu banyak pelajaran hidup yang mereka dapatkan .

Adegan favorit saya adalah saat Rancho dan kawan2nya membantu proses kelahiran kakak Pia—seseorang yang dicintai Rancho—dalam keadaan darurat karena terjebak banjir. Rancho yg memang seseorang yg jenius, berhasil menciptakan alat mirip kop untuk melahirkan bayi.

Adegan favorit yang lain adalah saat Rancho dan Farhan berusaha keras membangkitkan kembali semangat Raju yang sedang koma akibat terjun dari gedung sekolahnya. Raju yang sedang koma akhirnya bisa kembali pulih dan semangatnya tumbuh kembali, bahkan melebihi semangat hidup dan keberanian sebelumnya.

Nuansa Indianya memang masih kental banget, tapi dikemas secara modern, dengan genre komedi, dan pastinya siapapun gak bakalan bosen buat melototin film ini, bahkan saya sempat berulang kali memutar kembali beberapa adegan yg saya anggap menarik. Tapi pastinya masih ada adegan dua sejoli yg nari2 muter2 kayak ikan koi, but it’s very funny.

Banyak pelajaran yang bisa didapet dari film karya Rajkumar Hirani ini. Khususnya bagi kita kaum pelajar, mahasiswa, atau siapapun yang mencari ilmu.

Tak soal berapapun peringkat atau penghargaan yang kita dapat dalam mencari ilmu. Yang terpenting ialah apa manfaatnya bagi kita di kehidupan yang akan datang. Dan belajar adalah ibadah,

Mantra film ini, untuk selalu berpikir positif :

AAL IZZ WELLL……