Senin, 14 Februari 2011

pohon roboh sekolah heboh

12 Januari 2011. wait...Januari? now is February, right? ohh....lamanya aku ninggalin blogku tercinta ini. Hampir satu bulan...ckckkck ndong ndong Dini... :p (kalo jadi jurnalis mungkin aku jurnalis dengan berita terbasi. haha lol)

Back to : Rabu 12 Januari 2011

Di kelas lagi asyik-asyiknya nih pelajaran akuntansi. Pelajaran favoritku. Akhir-akhir ini di Malang anginnya kenceng banget. Apalagi sekolahku itu sebelah utaranya mepet sama sungai. Gimana ga ngeri tuh pas ada angin kenceng, bambu-bambunya pada goyang dompret gitu.
Seperti biasa, guru akuntansiku bu Tiwi namanya, mengajar dengan penuh suka cita (walah).

Suddenly.......
citttt kretetekkkkkk braaaaaaaaaakkkkkkkk!
pohon beringin di tengah sekolah roboh! aw aw aw...
Padahal pohon beringin ini tuh sejarahnya SMA 9. Tapi karena anginnya kenceng dan pohonnya uda tua gak kuat nahan si angin, pohonnya roboh deh tinggal setengah. Langsung jadi tontonan gratis siswa-siswi SMA 9.
Tapi anginnya emang super kenceng kok. Kerudungku aja pake acara terbang segala, apalagi badanku kurus jadi pas kena angin rasanya kaya pengen terbang gitu hehe. Di jalan raya juga baliho gedhe-gedhe pada ambruk. ngeri ih...


captured by : Friska Sabrina

sekarang udah bulan Februari. Pohon beringin yang tinggal setengah ini akhirnya roboh semua. Sayang banget yah...pohonnya cantik. Sejuk banget. Gara-gara gak ada pohon ini, aku jadi sering gerah sekarang. Huh...

Oke. Saya akhiri postingan yang jelek ini. Bye :)

Senin, 03 Januari 2011

yang warna abu-abu itu lumpur

Capek juga seharian muter-muter kota Surabaya. Niatnya mau jalan-jalan dan hunting foto di gedung-gedung tua. Tapi apa daya semua tepi jalan di depan bangunan-bangunan tua selalu ada larangan parkir bahkan untuk stop sekalipun. Huft... padahal tempat-tempat di Surabaya bikin aku ngiler buat foto :D

Setelah muter-muter and shopping.. aku, mbak Hani, bapak sama Ibu (Dina gak ikut haha) pulang deh. Daripada kesorean takutnya arus balik ke Malang udah padat ( dan ternyata emang macet beneran).
Pas lewat jalan raya Porong, iseng aja aku bilang ke bapak.
"Kasian ya..rumahnya uda ketutup lumpur. Jadi penasaran pengen liat ke sana..."
Seketika bapak menghentikan mobil .
"Ayo turun. Kita liat-liat sebentar."

lohh...padahal tadi ngomongnya gak serius. wokelah...mau ngintip lumpur Lapindo bentar.

di situ tuh uda banyak orang-orang yang nyamperin bapak. Dan kita parkir mobil di sana kena 10 ribu rupiah. wow!
trus pas mau naik ke atas, orang-orang itu narikin duit lagi.

Orang : Om bayar lagi om...
Bapak : oh iya... (sambil nyetorin satu lembar 10 ribu rupiah)
Orang : wah....ya kurang. kalo 4 orang itu 20 ribu..

jadi total bapak ngeluarin 30 ribu rupiah.

buset dah mahal. kayag tempat wisata aja. mereka ngakunya korban lumpur, entah itu benar atau gak. yah....buat sedekah aja deh. yang penting bisa liat keadaan di atas.


Astaghfirullah.... ternyata udah separah ini ya lumpur yang keluar. Kelihatan kan asap yang mengepul itu. Sepertinya isi bumi udah dimuntahin di sini...ngeri banget.


tapi kalo dilihat-lihat buat foto oke juga. hehe. V^.^V peace.....

udah 4 tahun lebih semburan lumpur ini terus-terusan keluar. yah...semoga saja yang terkena musibah bisa tetep diberi ketegaran dan keikhlasan...amin. dan semoga ada keajaiban di balik musibah ini. Tetep semangat ! :)

pergantian tahun : nganggur

HAPPY NEW YEAR ! \^-^/

wahhh this is my first post in 2011.
tralalalala....

kemaren gara2 ujan dan gak mood keluar, aku sekeluarga ga ngerayain tahun baru di luar rumah. tapi emang ga pernah ada tradisi sih...hehe. Jadi walaupun di rumah, enjoy aja :D

daripada nganggur gak jelas, iseng2 aja aku bongkar isi lemari belajar yang udah 'gendut' dan sepertinya uda ga muat lagi dimasukin benda apapun :p
akhirnya nemu : renda, kain, baju Barbie yang uda sobek, karton, gelang kerang yang udah putus, manik-manik, sama tali sumbu kompor.

akhir-akhir ini aku punya cita-cita pengen jadi wirausahawan, pengen bikin benda2 yang punya nilai jual gitu. ekekek.
awalnya pengen bikin kalung sama gelang, tapi agak ribet. Akhirnya setelah tempel sana-sini pake lem tembak, jadi deh bros lucu sederhana yang masih acak-acakan.
and....
this is it!


Bros alakadarnya ala Dini Queen :p
(begaya ala Chef Fara Queen)


Bagaimana menurut kalian? Aneh gak? Butuh pendapat nih. Hahaa :D

Selasa, 28 Desember 2010

blogger yang kurang produktif

ternyata saya termasuk blogger yang kurang aktif dan kurang produktif. bisa dilihat sendiri postingan saya dalam setahun sangatlah minim. tidak mencapai 50! haha XD




oke. Tahun 2011 janji bakal lebih rajin nulis, dan tentunya lebih rajin memanfaatkan waktu :)

Karya Wisata Geje :p


Bu Indi.
Hallo ini dia the big mom XI IPS 3 alias IGA SAPI (IPS Tiga Slalu Pas di Hati) wahaha.


Jadi kita kemaren tuh tanggal 21 Desember ada study tour ke Pabrik Sari Roti di kawasan Rembang, Pasuruan. Terus lanjut deh ke pabriknya Indomie. Nih dia nyampe di depan pabrik Sari Roti kita langsung ngemper deh. haha



numpang foto dulu kayak orang gak pernah liat rumput hehe


lumayanlah, pulang2 dapet gratisan roti yang enyag enyag ..


nih dia keisengan Theo bin Abdullah kepada mbak Sri :p


malem sebelum balik pulang, jalan2 dulu ke Surabaya.


Wah bener2 study tour geje.

NB : lagi males cerita, foto juga seadanya. haha

Ibunya Nia

dibuat khusus untuk para Ibu di dunia yang berhati emas.

4 bulan yang lalu, masih banyak kenangan yang bisa diingat. Kala itu aku masih terbaring di atas kasur rumah sakit. Pusing sekali rasanya. Ternyata ini sudah pagi, sudah jam 9. Seperti biasa aku harus menjalani terapi agar otot2ku lemas. Hampir 5 hari aku tidak gosok gigi. Hiihihihi… maklumlah, gimana mau gosok gigi, untuk berdiri saja rasanya seperti mencium siku tangan sendiri.

Pakde-pakde dari Malang datang. Senang sekali rasanya. Ritual gosok gigi pun dilakukan (halah lebai :p). ihh… malu deh masa gosok gigi aja diliatin bapak, ibu, Dina, pakde, dan terapisku, mbak Peni. Mana gosok gigi sambil duduk, pake baskom pula. Haha :D

Ada tamu datang, katanya dari Banjarnegara. Siapa ya? Aku tidak mengenalnya. Seorang wanita usianya hampir seperti Ibuku, memakai kerudung, senyumnya manis. Ia hanya sendiri.

Ibu itu ternyata memiliki anak yang skoliosis juga, sama sepertiku. Nama anaknya Nia. Seperti apa Nia, aku belum pernah kenal dan belum sempat bertemu. Ibu itu-yang aku sendiri lupa siapa namanya- mendengar kabar bahwa ada anak kembar yang melakukan operasi skoliosis di RSOP Purwokerto, tempat yang sama seperti Nia dulu juga pernah dioperasi, beberapa tahun yang lalu. Anak kembar itu adalah aku dan Dina.

Ibu itu orang yang memiliki hati luas rupanya.

Setelah mendengar kabar itu, dengan segera Ia pergi ke Purwokerto dengan naik bus. Padahal perjalanan Banjarnegara-Purwokerto lumayan melelahkan. Tapi Ia rela, hanya demi berbagi kepada sesama.

Di kamar ini, Ibuku dan Ibunya Nia berbincang2. Ia menceritakan anaknya Nia, dan Ibuku menceritakan aku serta Dina. Ibu itu ikut bersedih, karena Ia tidak bisa membayangkan betapa beratnya memiliki anak kembar yg skoliosis, dan dua2nya harus dioperasi.

Saat aku menoleh ke arah mereka, ternyata mereka sedang menangis. Betapa tersayatnya hati Ibu itu ketika mengetahui bahwa kami bukan dari Pemalang, seperti yang Ia kira. Tetapi dari Malang, Jatim.

“Ya Allah, Bu… saya kira dari Pemalang sini2 aja. Ternyata Malang Jawa Timur? Astaghfirullah…kenapa jauh2 Bu? Saya turut prihatin, Semoga kalian diberi ketegaran ya….” aku lihat ibu itu meneteskan air mata lagi.

*

Sebelum pergi meninggalkan kami, Ibu itu memberi ibuku selembar uang 50 ribu rupiah.

“Maaf mungkin saya cuma bisa bantu ini, Bu. Dina Dini cepet sembuh ya, yang sabar...”

Ibu itu terlalu baik. Betapa besar rasa pedulinya terhadap orang lain. Sebenarnya Ia tidak perlu mengeluarkan uang untuk kami, karena kehadirannya sudah cukup menghibur, bahkan menyemangati.

Sampai sekarang aku tidak mengetahui nama Ibu yg baik hati itu. Yang aku tahu, anaknya bernama Nia, skolioser dari Banjarnegara. Semoga kelak aku dapat menemuinya :)

Senin, 20 Desember 2010

Salju Gurun [1998]

Di hamparan gurun yang seragam, jangan lagi menjadi butiran pasir. Sekalipun nyaman engkau di tengah impitan sesamamu, tak akan ada yang tahu jika kau melayang hilang.

Di lingkungan gurun yang serba serupa, untuk apa lagi menjadi kaktus. Sekalipun hijau warnamu, engkau tersebar di mana-mana. Tak ada yang menangis rindu jika kau mati layu.

Di lansekap gurun yang mahaluas, lebih baik tidak menjadi oase. Sekalipun rasanya kau sendiri, burung yang tinggi akan melihat kembaranmu di sana-sini.

Di tengah gurun yang tertebak, jadilah salju yang abadi. Embun pagi tak akan kalahkan dinginmu, angin malam akan menggigil ketika melewatimu, oase akan jengah, dan kaktus terperangah. Semua butir pasir akan tahu jika kau pergi, atau sekadar bergerak dua inci.

Dan setiap senti gurun akan terinspirasi karena kau berani beku dalam neraka, kau berani putih meski sendiri, karena kau… berbeda.

Dewi ‘dee’ Lestari

Filosofi Kopi

Senin, 29 November 2010

buku penuh makna dari manusia-manusia sabar



Pasti banyak yang udah pernah baca dua buku di atas.
Surat Kecil untuk Tuhan karya Agnes Davonar, dan
Tumbuh di Tengah Badai karya Herniwatty Moechiam .
Isi bukunya sangat layak dijadikan inspirasi. Kedua buku ini memiliki kesamaan, yaitu keikhlasan dan kesabaran tokoh-tokohnya dalam menghadapi cobaan-cobaan dalam hidup.
Tumbuh di Tengah Badai menceritakan tentang ketegaran seorang Ibu yang memiliki anak yang terlahir dengan keterbatasan. Natrio Catra Yososha, sang anak didiagnosis autis, sebuah gangguan perkembangan yang masih asing pada masa itu.
Sedangkan Surat Kecil untuk Tuhan mengulas kehidupan Gita Sesa Wanda Cantika (Keke) semasa hidupnya dengan penyakit kanker jaringan lunak pertama kali di Indonesia. Surat Kecil untuk Tuhan merupakan salah satu buku favorit saya, ada satu tokoh lagi di sini yang membuat saya terkagum dan menangis, yaitu sang ayah yang dengan ikhlas merawat dan menjaga Keke sampai akhir hidupnya.
Dua buku di atas merupakan kisah nyata. Kisah malaikat yang selalu menemani anaknya. Tidak pernah berhenti berdoa. Malaikat yang dengan ikhlas menjalani kehidupan, memberi semangat, dan tidak ingin mengeluh.

Buku yg penuh makna deh pokoknya :')


Jumat, 22 Oktober 2010

Surat Untuk Teman-temanku Tersayang

Halo... bagaimana kabar kalian?
Sebelumnya maaf nih kalo postinganku selalu curhat, curhat, dan curhat. Tapi gimana lagi ya, mungkin hanya dengan cara itulah aku bisa sedikit merasa lega. Bukan untuk diumbar-umbar sih. Kalian boleh tidak membaca postingan ini. Yah...sedikit bertele2 mungkin.
Hidup tanpa teman itu hal yang luar biasa tidak menyenangkan dan sangat hampa. Bahkan lebih hampa dari putus pacar. Hal itulah yang aku alami sekarang. Embb...aku sendiri tidak yakin, sedang dijauhi atau menjauhi teman. Akhir2 ini aku sering stress sendiri. Yah...stres itu mungkin hanya aku aja yang mensugesti diri sendiri untuk stress dan merasa tidak berguna.
Berawal dari 20 September 2010
Hari itu pertama kalinya aku masuk sekolah setelah menjalani masa recovery panjang usai operasi skoli. Aku sangat senang. Sudah satu bulan lamanya meninggalkan sekolah. Aku bakal menagih kata2 teman2 yg bilang kalo mereka kangen. Hehehe baru kali ini banyak yg kangen . Aku juga kangen kalian teman2ku sayang :*
“Dini...aku kangen kamu.”
“Dini...cepet balik ya Sayang...”
“Dini, cepet sembuh. Gak ada kamu sepi.”
“Pengen maen...ayok cepetan pulang!”
Kalian tau betapa bahagianya aku saat kalian ucapkan itu? Aku merasa dihargai,teman.
Tapi sekarang sepertinya ada yg beda. Kalian menjauh. Mungkin kalian tidak merasakan hal itu. Tapi Aku merasakannya. Bukannya mau sok benar atau sok lemah. Tapi itu benar adanya.
Aku sekarang merasa sendiri. Benar2 sendiri. Mungkin kalian gak tahu kalo aku lagi sedih. Iya...aku pandai menyembunyikan perasaan jengkelku. Aku cuma bisa menangis tiap malam tanpa ada yg tahu itu.
Bahkan saat menulis postingan ini, mataku masih berkaca2. Cengeng kan?
Iya. Aku bukan orang yg pandai berteman, karena aku bukan orang yg percaya diri.
Aku tidak pandai berteman, karena aku jarang sekali bergaul dan keluar rumah.
Aku tidak pandai berteman, karena mungkin aku egois. Ya, egois. Kalian bisa lihat kan betapa banyaknya kata ‘aku’ di sini? Hal itu menandakan bahwa aku egois bukan?
Mungkin aku memang egois, aku sadar itu. Aku ingin kehadiranku selalu dihargai. Tapi hal itu salah. Kalian dulu yg selalu ada saat aku sedih, kini uda gak ada lagi.
Bahkan di kelas, temanku cuma itu2 aja. Saat bel istirahat, kalian pergi entah ke mana. Meninggalkan aku yang cuma bisa bengong sendirian. Susah banget memulai pembicaraan. Teman2 ku yang lain juga begitu. Mereka hanya lewat di depanku dan menyapa saja. Tanpa mengajakku pergi bersama. Itupun kalo kalian masih mau menyapa. Tapi aku sangat bersyukur! Aku ingin berteman sama semua orang.
Dari tulisan ini, sifat jelekku kelihatan kan.
Tapi dengarlah teman, aku tau kalian masih mengingatku. Aku senang kalian masih menganggapku, meskipun sering cuek terhadapku. Makasih kalian udah ada dan selalu menyayangiku. Maaf ya, selama ini mungkin aku terlalu pendiam, gak asyik, crunchy, suka jutek. Tapi di balik semua itu aku sangat membutuhkan kalian, sangat butuh. Jangan cuekin aku ya, aku gak mau berjalan sendirian tanpa teman. Aku gak mau kesepian. Ya .
Oh iya... kalo kalian pengen cerita atau curhat, silahkan...dengan senang hati aku akan mendengarkan. Aku seneng kok denger cerita tentang kalian. Tapi hargai keberadaanku ya sahabat. Aku bukan pajangan yg hanya bisa diletakkan tanpa kalian ajak bicara. Oke.
Every body needs a friend.
Semoga kalian tidak pernah melupakanku, karena kita pernah ada dan bersama. Selalu. Aminn .

MOCCA - Friend

* If anyone can fill my world with joy and happiness
And cast away all of my loneliness
Always there beside me when I am down
And never left my face with a frown

Reff:
It’s you! Yes, it is you my friend who can make it all come true
It’s you! Yes, it is true a friend in need is a friend indeed

If anyone can fill my world with joy and happiness
And cast away all of my loneliness
Always there beside me when I am down
And never left my face with a frown

Back to Reff

When you’re around I wrap my self in a pearly smile
When you’re around you light the bulb inside my head
When you’re around I wrap my self in a pearly smile
When you’re around I dance and sway and kiss the ground

Back to *, Reff

When you’re around I wrap my self in a pearly smile
When you’re around you light the bulb inside my head
When you’re around I wrap my self in a pearly smile
When you’re around I laugh and sing out strong and loud

­­­­

Rabu, 29 September 2010

Skoliosis, Keluarga, dan Rasa Syukurku

Alhamdulillahirabbil aalaminn…Tak henti2nya aku mengucap syukur padamu Ya Rabbi, bahkan sampai saat ini rasanya masih seperti mimpi.
Dengan segala ridhoMu kepadaku, kini aku bisa tersenyum kembali saat melihat bayangan itu di cermin. Pinggang dan bahu yg dulunya asimetris, kini hampir kembali seperti saat aku kecil. Punggung yg berpunuk, kini telah rata walau masih ada sedikit sisa. Tulang belakang yang dulunya melengkung sangat curam, kini telah tegak walau tak seluruhnya. Namun itu tak mengapa, segala kesempurnaan hanyalah milik Allah.
Skoliosis ini, telah memberikan banyak pelajaran hidup untukku. Sebelum aku bisa menerima ini semua, tiap hari terpuruk dalam kesedihan. Termenung dalam kekalutan. Aku tak tahu bagaimana masa depanku, hampir saja diri ini menyerah. Tapi kedua malaikatku selalu menghiburku. Mereka yg susah payah membesarkanku, tak ingin melihat diri ini menangis. Rasa putus asa dan merasa tidak berguna slalu saja datang menghampiri. Selalu aku panjatkan doa meminta jalan keluar kepadaMu di tiap sujudku. Alhamdulillah... Engkau memang Maha Mendengar. Setelah sekian lama kami berjalan, Kau bukakan pintu itu Ya Allah.. mimpiku serasa bersinar kembali. Kau telah ciptakan orang2 yg sangat menyayangiku. Bapak, Ibu, Dina, Mba Anja, Mba Hani. Semua keluarga besarku. Teman2 manisku. Semua orang di sekitarku. Mungkin jika mereka bersedih karenaku, betapa tersayatnya hati ini. Dan sekarang kau hadiahkanku hidup yang lebih indah. Aku berjanji akan terus menjaga hadiah ini Ya Allah. Skoliosis, Bonbone, dan Titan. Aku akan tetap menjadi skolioser sepanjang hidupku karena itulah takdirku. Tidak akan pernah ku menyesalinya lagi. Aku berjanji mulai detik ini akan membuat kedua malaikatku tersenyum bahagia, Bapak dan Ibu. I love my scoliosis, I love my family, I love my lovely life and I love Allah.
Oke. Mari tersenyum :)
Go scolioser go !

dari kiri : dr. Subhan, Dini, dr. Iman Solichin, Dina, dan dr. Yudhi.


Hari terakhir kontrol ke RSOP, eh ada mbak Peni.



Silaturrahim ke rumah Mbak Paramita Nilamsari, mbak mita selalu bisa menjadi motivator buat kami.